BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Khamis, 10 September 2009

Kisah Nabi Yunus a.s.

Kisah Nabi Yunus a.s.

Tidak banyak yang dikisahkan oleh Al-Quran tentang Nabi Yunus sebagaimana yang telah dikisahkan tentang nabi-nabi lain seperti Musa, Yusuf dan lain-lain. Dan sepanjang yang dapat dicatat dan diceritakan oleh para sejarawan dan ahli tafsir tentang Nabi Yunus ialah bahawa beliau bernama Yunus bin Matta (Dalam Perjanjian Lama, Yunus bin Amittai hanya disebutkan di luar kitab Yunus sendiri yakni dalam II Raja-raja 14:25). Ia telah diutuskan oleh Allah untuk berdakwah kepada penduduk di sebuah tempat bernama "Ninawa" yang bukan kaumnya dan tidak pula ada ikatan darah dengan mereka. Ia merupakan seorang asing mendatang di tengah-tengah penduduk Ninawa itu. Ia menemui mereka berada di dalam kegelapan, kebodohan dan kekafiran, mereka menyembah berhala menyekutukan kepada Allah.

[sunting] Nabi Yunus a.s. membawa ajaran tauhid

Yunus membawa ajaran tauhid dan iman kepada mereka, mengajak mereka agak menyembah kepada Allah yang telah menciptakan mereka dan menciptakan alam semesta, meninggalkan persembahan mereka kepada berhala-berhala yang mereka buat sendiri dari batu dan berhala-berhala yang tidak dapat membawanya manfaaat atau mudarat bagi mereka. Ia memperingatkan mereka bahawa mereka sebagai manusia makhluk Allah yang utama yang memperoleh kelebihan di atas makhluk-makhluk yang lain tidak sepatutnya merendahkan diri dengan menundukkan dahi dan wajah mereka menyembah batu-batu mati yang mereka pertuhankan, padahal itu semua buatan mereka sendiri yang kadang-kadang dan dapat dihancurkan dan diubah bentuk dan memodelnya. Ia mengajak mereka berfikir memperhatikan ciptaan Allah di dalam diri mereka sendiri, di dalam alam sekitar untuk menyedarkan mereka bahawa Tuhan pencipta itulah yang patut disembah dan bukannya benda-benda ciptaannya.

Ajaran-ajaran Nabi Yunus itu bagi para penduduk Ninawa merupakan hal yang baru yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Kerananya mereka tidak dapat menerimanya untuk menggantikan ajaran dan kepercayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka yang sudah menjadi adat kebiasaaan mereka turun temurun. Apalagi pembawa agama itu adalah seorang asing tidak seketurunan dengan mereka.

Mereka berkata kepada Nabi Yunus: "Apakah kata-kata yang engkau ucapkan itu dan kedustaan apakah yang engkau anjurkan kepada kami tentang agama barumu itu? Inilah tuhan-tuhan kami yang sejati yang kami sembah dan disembahkan oleh nenek moyamg kami sejak dahulu. Alasan apakah yang membenarkan kami meninggalkan agama kami yang diwariskan oleh nenek moyang kami dan menggantikannya dengan agama barumu? Engkau adalah seorang yang ditengah-tengah kami yang datang untuk merusakkan adat istiadat kami dan mengubah agama kami dan apakah kelebihan kamu diatas kami yang memberimu alasan untuk mengurui dan mengajar kami. Hentikanlah aksimu dan ajak-ajakanmu di daerah kami ini. Percayalah bahawa engkau tidak akan dapat pengikut diantara kami dan bahawa ajaranmu tidak akan mendapat pasaran di antara rakyat Ninawa yang sangat teguh mempertahankan tradisi dan adat istiadat orang-orang tua kami."

Barkata Nabi Yunus menjawab: "Aku hanya mengajak kamu beriman dan bertauhid menurut agama yang aku bawa sebagai amanat Allah yang wajib ku sampaikan kepadamu. Aku hanya seorang pesuruh yang ditugaskan oleh Allah untuk mengangkat kamu dari lembah kesesatan dan kegelapan menuntun kamu ke jalan yang benar dan lurus menyampaikan kepada kamu agama yang suci bersih dari benih-benih kufur dan syirik yang merendahkan martabat manusia yang semata-mata untuk kebaikan kamu sendiri dan kebaikan anak cucumu kelak. Aku sesekali tidak mengharapkan sesuatu upah atau balas jasa daripadamu dan tidak pula menginginkan pangkat atau kedudukan. Aku tidak dapat memaksamu untuk mengikutiku dan melaksanakan ajaran-ajaranku. Aku hanya mengingatkan kepadamu bahawa bila kamu tetap membangkang dan tidak menghiraukan ajakanku , tetap menolak agama Allah yang aku bawa, tetap mempertahankan akidahmu dan agamamu yang bathil dan sesat itu, nescaya Allah kelak akan menunjukkan kepadamu tanda-tanda kebenaran risalahku dengan menurunkan azab seksa-Nya di atas kamu sebagaimana telah dialami oleh kaum terdahulu iaitu kaum Nuh, Aad dan Tsamud sebelum kamu.

Mereka menjawab peringatan Nabi Yunus dengan tentangan seraya mengatakan: "Kami tetap menolak ajakanmu dan tidak akan tunduk pada perintahmu atau mengikut kemahuanmu dan sesekali kami tidak akan takut akan segala ancamanmu. Cubalah datangkan apa yang engkau ancamkan itu kepada kami jika engkau memang benar dalam kata-katamu dan tidak mendustai kami." Nabi Yunus tidak tahan tinggal dengan lebih lama di tengah-tengah kaum Ninawa yang berkeras kepala dan bersikap buta-tuli menghadapi ajaran dan dakwahnya. Ia lalu meninggalkan Ninawa dengan rasa jengkel dan marah seraya memohon kepada Allah untuk menjatuhkan hukumannya atas orang-orang yang membangkang dan berkeras kepala itu.

Sepeninggalan Nabi Yunus penduduk Ninawa mulai melihat tanda-tanda yang mencemaskan seakan-akan ancaman Nabi Yunus kepada mereka akan menjadi kenyataan dan hukuman Allah akan benar-benar jatuh di atas mereka membawa kehancuran dan kebinasaan sebagaimana yang telah dialami oleh kaum musyrikin penyembah berhala sebelum mereka. Mereka melihat keadaan udara disekeliling Ninawa makin menggelap, binatang-binatang peliharaan mereka nampak tidak tenang dan gelisah, wajah-wajah mereka tanpa disadari menjadi pucat tidak berdarah dan angin dari segala penjuru bertiup dengan kecangnya membawa suara gemuruh yang menakutkan.

Dalam keadaan panik dan ketakutan , sedarlah mereka bahawa Yunus tidak berdusta dalam kata-katanya dan bahawa apa yang diancamkan kepada mereka bukanlah ancaman kosong buatannya sendiri, tetapi ancaman dari Tuhan. Segeralah mereka menyatakan taubat dan memohon ampun atas segala perbuatan mereka, menyatakan beriman dan percaya kepada kebenaran dakwah Nabi Yunus seraya berasa menyesal atas perlakuan dan sikap kasar mereka yang menjadikan beliau marah dan meninggalkan daerah itu.

Untuk menebus dosa, mereka keluar dari kota dan beramai-ramai pergi ke bukit-bukit dan padang pasir, seraya menangis memohon ampun dan rahmat Allah agar dihindarkan dari bencana azab dan seksaan-Nya. Ibu binatang-binatang peliharaan mereka dipisahkan dari anak-anaknya sehingga terdengar suara teriakan binatang-binatang yang terpisah dari ibunya seolah-olah turut memohon keselamatan dari bencana yang sedang mengancam akan tiba menimpa mereka. Allah yang Maha Mengetahui bahawa hamba-hamba-Nya itu jujur dalam taubatnya dan rasa sesalannya dan bahawa mereka memang benar-benar dan hatinya sudah kembali beriman dan dari hatinya pula memohon dihindarkan dari azab seksa-Nya, berkenan menurunkan rahmat-Nya dan mengurniakan maghfirat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang dengan tulus ikhlas menyatakan bertaubat dan memohon ampun atas segala dosanya. Udara gelap yang meliputi Ninawa menjadi terang, wajah-wajah yang pucat kembali merah dan ebrseri-seri dan binatang-binatang yang gelisah menjadi tenang, kemudian kembalilah orang-orang itu ke kota dan kerumah masing-masing dengan penuh rasa gembira dan syukur kepada Allah yang telah berkenan menerima doa dan permohonan mereka.

Berkatalah mereka didalam hati masing-masing setelah merasa tenang, tenteram dan aman dari malapetaka yang nyaris melanda mereka: "Di manakah gerangan Yunus sekarang berada? Mengapa kami telah tunduk kepada bisikan syaitan dan mengikuti hawa nafsu, menjadikan dia meninggalkan kami dengan rasa marah dan jengkel kerana sikap kami yang menentang dan memusuhinya. Alangkah bahagianya kami andaikan ia masih berada di tengah-tengah kami menuntun dan mengajari kami hal-hal yang membawa kebahagiaan kami di dunia dan di akhirat. Ia adalah benar-benar rasul dan nabi Allah yang telah kami sia-siakan. Semoga Allah mengampuni dosa kami."

Adapun tentang keadaan Nabi Yunus yang telah meninggalkan kota Ninawa secara mendadak, maka ia berjalan kaki mengembara naik gunung turun gunung tanpa tujuan. Tanpa disadari ia tiba-tiba berada disebuah pantai melihat sekelompok orang yang lagi bergegas-gegas hendak menumpang sebuah kapal. Ia minta dari pemilik kapal agar diperbolehkan ikut serta bersama lain-lain penumpang. Kapal segera melepaskan sauhnya dan meluncur dengan lajunya ke tengah laut yang tenang. Ketenangan laut itu tidak dapat bertahan lama, kerana sekonyong-konyong tergoncang dan terayunlah kapal itu oleh gelombang besar yang datang mendadak diikuti oleh tiupan angin taufan yang kencang, sehingga menjadikan juru mudi kapal berserta seluruh penumpangnya berada dalan keadaan panik ketakutan melihat keadaan kapal yang sudah tidak dapat dikuasai keseimbangannya.

Para penumpang dan juru mudi melihat tidak ada jalan untuk menyelamatkan keadaan jika keadaan cuaca tetap mengganas dan tidak mereda, kecuali dengan jalan meringankan beban berat muatan dengan mengorbankan salah seorang daripada para penumpang. Undian lalu dilaksanakan untuk menentukan siapakah di antara penumpang yang harus dikorbankan. Pada tarik pertama keluarlah nama Yunus, seorang penumpang yang mereka paling hormati dan cintai, sehingga mereka semua merasa berat untuk melemparkannya ke laut menjadi mangsa ikan.

Kemudian diadakanlah undian bagi kali kedua dengan masing-masing penumpang mengharapkan jangan sampai keluar lagi nama Yunus yang mereka sayangi itu, namun melesetlah harapan mereka dan keluarlah nama Yunus kembali pada undian yang kedua itu. Demikianlah bagi undian bagi kali yang ketiganya yang disepakati sebagai yang terakhir dan yang menentukan nama Yunuslah yang muncul yang harus dikorbankan untuk menyelamatkan kapal dan para penumpang yang lain. Nabi Yunus yang dengan telitinya memperhatikan sewaktu undian dibuat merasa bahawa keputusan undian itu adalah kehendak Allah yang tidak dapat ditolaknya yang mungkin didalamnya terselit hikmah yang ia belum dapat menyelaminya. Yunus sedar pula pada saat itu bahawa ia telah melakukan dosa dengan meninggalkan Ninawa sebelum memperoleh perkenan Allah, sehingga mungkin keputusan undian itu adalah sebagai penebusan dosa yang ia lakukan itu. Kemudian ia beristikharah menghenimgkan cipta sejenak dan tanpa ragu segera melemparkan dirinya ke laut yang segera diterima oleh lipatan gelombang yang sedang mengamuk dengan dahsyatnya di bawah langit yang kelam-pekat.

[sunting] Nabi Yunus a.s. ditelan ikan

Selagi Nabi Yunus berjuang melawan gelombang yang mengayun-ayunkannya, Allah mewahyukan kepada seekor ikan paus untuk menelannya bulat-bulat dan menyimpangnya di dalam perut sebagai amanat Tuhan yang harus dikembalikannya utuh tidak tercedera kelak bila saatnya tiba. Nabi Yunus yang berada di dalam perut ikan paus yang membawanya memecah gelombang timbul dan tenggelam ke dasar laut merasa sesak dada dan bersedih hati seraya memohon ampun kepada Allah atas dosa dan tindakan yang salah yang dilakukannya tergesa-gesa. Ia berseru didalam kegelapan perut ikan paus itu: "Ya Tuhanku, sesungguhnya tiada Tuhan selain Engkau, Maha sucilah Engkau dan sesungguhnya aku telah berdosa dan menjadi salah seorang dari mereka yang zalim."

Setelah selesai menjalani hukuman Allah , selama beberapa waktu yang telah ditentukan, ditumpahkanlah Nabi Yunus oleh ikan paus itu yang mengandungnya dan dilemparkannya ke darat . Ia terlempar dari mulut ikan ke pantai dalam keadaan kurus lemah dan sakit. Akan tetapi Allah dengan rahmat-Nya menumbuhkan di tempat ia terdampar sebuah pohon labu yang dapat menaungi Yunus dengan daun-daunnya dan menikmati buahnya. Nabi Yunus setelah sembuh dan menjadi segar kembali diperintahkan oleh Allah agar pergi kembali mengunjungi Ninawa di mana seratus ribu lebih penduduknya mendamba-dambakan kedatangannya untuk memimpin mereka dan memberi tuntunan lebih lanjut untuk menyempurnakan iman dan aqidah mereka. Dan alangkah terkejutnya Nabi Yunus tatkala masuk Ninawa dan tidak melihat satu pun patung berhala berdiri. Sebaliknya ia menemui orang-orang yang dahulunya berkeras kepala menentangnya dan menolak ajarannya dan kini sudah menjadi orang-orang mukmin, soleh dan beribadah memuja-muji Allah s.w.t.

Pokok cerita tentang Yunus terurai di atas dikisahkan oleh Al-Quran dalam surah Yunus ayat 98, surah Al-Anbiaa' ayat 87, 88 dan surah Ash-Shaffaat ayat 139 sehingga ayat 148.

[sunting] Pengajaran yang dapat dipetik dari kisah Nabi Yunus.

Bahawasannya seorang yang bertugas sebagai da'i - juru dakwah harus memiliki kesabaran dan tidak boleh cepat-cepat marah dan berputus asa bila dakwahnya tidak dapat sambutan yang selayaknya atau tidak segera diterima oleh orang-orang yang didakwahinya. Dalam keadaan demikian ia harus bersabar mengawal emosinya serta tetap meneruskan dakwahnya dengan bersikap bijaksana dan lemah lembut, sebagaimana firman Allah dalam surah An-Nahl ayat 125 yang bermaksud : "Serulah, berdakwahlah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik { sopan dan lemah lembut } ."

Di dalam diri Nabi Yunus Allah telah memberi contoh betapa ia telah disesalkan atas tindakannya yang tergesa-gesa kerana kehilangan kesabaran, meninggalkan kaum Ninawa, padahal mereka masih dapat disedarkan untuk menerima ajakannya andaikan ia tidak terburu-buru marah dan meninggalkan mereka tanpa berunding lebih dahulu dengan Allah yang telah mengutusnya. Atas pelanggaran yang telah dilakukan tanpa sedar Allah telah memberi hukuman kepada Nabi Yunus berupa kurungan dalam perut ikan paus sebagai peringatan dan pengajaran agar tidak terulang lagi setelah ia diberi ampun dan disuruh kembali ke Ninawa melanjutkan dakwahnya.

Isnin, 17 Ogos 2009

SK TAMAN EHSAN-HARIMAU LUKA MEMBAHAM MANGSA!!!





Kejayaan Harimau Luka membaham pasukan lawan tanpa belas kasihan. Maaf kepada pasukan yang sudah menjadi mangsa kami. Tahun depan kejayaan kami pasti akan berulang lagi.

Kepada Pok Nik, Mat Yus, Aman, Jazlan, Pok Wi Figo, dan seangkatan dengannya, harap bertenang. Ilmu kalian belum cukup hahahahahahaha... USAHA LAGI. Jointlah kami.

Isnin, 10 Ogos 2009

RENUNGAN BERSAMA

AMALAN SUNAT DALAM BULAN-BULAN ISLAM :


BULAN MUHARRAM

Tanggal 1-9hb disunatkan berpuasa (puasa Tasua')
Tanggal 10hb disunatkan berpuasa (puasa Asyura)
Dalam bulan ini disunatkan agar memperbanyakkan amalan bersedekah kepada fakir miskin
Disunatkan supaya melebihkan perbelanjaan dalam keluarga
Mengusap kepada anak yatim dan menaruh perasaan belas kasihan terhadap mereka
Memperbanyakkan bacaan zikir dan selawat
Sesiapa yang berbuat baik kepada anak yatim seolah-olah ia telah berbuat baik kepada semua anak-anak yatim.
Sesiapa yang bersedekah pada hari itu maka seolah-olah ia tidak pernah menolak permintaan orang yang meminta-minta selama hidupnya


BULAN SAFAR
BULAN RABIUL AWWAL
BULAN RABIUL AKHIR
BULAN JAMADIL AWWAL
BULAN JAMADIL AKHIR

Tiada amalan sunat yang khusus atau istimewa dalam bulan ini melainkan amalan sunat dan fardhu seperti biasa.


REJAB

Bersabda Rasulullah saw maksudnya " Rejab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku." Sesiapa yang berpuasa dalam bulan ini dengan penuh ikhlas semata-mata mengharapkan rahmat dari Allah maka ia layak mendapat ganjaran dari Allah seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw maksudnya,

Sesiapa yang berpuasa sehari maka ia akan mendapat keredhaan Allah
Sesiapa yang berpuasa 2 hari maka ia akan mendapat kemuliaan yang besar dari Allah
Sesiapa yang berpuasa 3 hari maka ia akan dijauhkan dari Allaj dari dugaan dunia, deselamatkan dari penyakit yang berbahaya dan diselamatkan dari disiksa diakhirat dan fitnah dajjal
Sesiapa yang berpuasa 7 hari maka akan dikunci oleh Allah 7 pintu neraka jahannam baginya
Sesiapa yang berpuasa 8 hari maka akan dibuka oleh Allah 8 pintu syurga baginya
Sesiapa yang berpuasa 10 hari maka akan dieprkenankan oleh Allah hayat dan permintaannya
Sesiapa yang berpuasa 15 hari maka Allah akan menambahkan pula pahala amalannya berlipat kali ganda

Dalam bulan lain setiap amalan akan digandakan Allah 10 kebajikan, tetapi pada bulan Rejab akan digandakan sebanyak 70 kebajikan.
Digalakkan mendengar kisah dan peristiwa yang berlaku dalam bulan Rejab seperti Isra' Mikraj Rasulullah saw.



BULAN SYAABAN

Syaaban adalah bulan Rasulullah saw. Bersabda yang maksudnya " Dinamakan dengan syaaban (berserak-serak) itu adalah kerana di dalamnya terdapat banyak kebajikan yang berserak-serak.

Setiap amalam kebajikan akan digandakan oleh Allah dengan 700 kali ganda
Allah akan menurunkan rahmatNya serta memberikan pengampunan umum kepada hambanya.
Sesiapa yang berpuasa 3 hari di awal, pertengahan dan di akhirnya maka Allah akan menuliskan baginya pahala 70 orang nabi, pahala beribadat selama 70 tahun.
Kelebihan malam nisfu Syaaban pula ialah sesiapa yang mendirikan solat sunat sunat dan menghidupkan malam itu dengan banyak berdoa, berzikir, berselawat, bertasbih, membaca al Quran dan sebagainya maka Allah akan membukakan untuknya 300 pintu rahmat disamping doanya tidak akan ditolak.
Orang-orang yang tidak diampunkan oleh Allah pada malam nisfu syaaban ialah mereka yang menyekutukan Allah dengan sesuatu, tukang sihir, tukang nujum, mereka yang suka bermusuhan, peminum arak, penzina, pemakan riba, derhaka terhadap kedua ibu bapa, pembuat fitnah dan mereka yang memutuskan tali silaturrahim.



BULAN RAMADHAN

Ramadhan adalah bulan umat Muhammad saw. Bersabda baginda yang bermaksud " Apabila tiba bulan Ramadhan maka akan dibukakan pintu-pintu syurga dan ditutupkan pintu-pintu neraka lalu diikatkan semua syaitan."

Sabda baginda dalam hadis yang lain, " Jika umat manusia itu mengetahui kelebihan yang terdapat di dalam bulan ramadhan nescaya umatku akan menginginkan supaya dijadikan sepanjang tahun itu Ramadhan"


Setiap amalan kebajikan akan digandakan oleh Allah sebanyak 1000 kali ganda
Setiap amalan sunat akan diberikan ganjaran pahala amalan fardhu
Ramadhan dibahagikan kepada tiga bahagian istimewa bagi mereka yang berpuasa iaitu bahagian pertamanya dipenuhi dengan rahmat Allah, bahagian kedua dipenuhi dengan keampunan dari Allah dan bahagian ketiga pembebasan dari api neraka
Dituntut supaya mengerjakan solat sunat tarawikh, witir dan solat sunat yang lain.
Benyakkan berdoa, berzikirz selawat, membaca Al Quran, bertaubat dan lain-lain
Banyakkan bersedekah kepada fakir miskin dan membantu mereka yang berada di dalam kesusahan dan ditimpa kemalangan.
Memberi makan kepada mereka yang hendak berbuka puasa.
Menggandakan amalan sunat terutamanya pada 10 malam yang terakhir Ramadhan bagi mengharapkan keberkatan dan kebesaran malam Lailatul Qadar seperti beriktikaf di masjid, qiamullail dan sebagainya



BULAN SYAWAL

Amalan sunat di bulan Syawal :

Amalan sunat pada 1 Syawal seperti :

a) Membayar zakat fitrah sebelum menunaikan Solat Aidil Fitri
b) Menghias diri dan tempat tinggal supaya kelihatan bersih dan cantik
c) Mendi Sunat Aidilfitri pada pagi harinya
d) Menjamah sedikit makanan sebelum keluar menuju masjid
e) Keluar menuju ke masjid dengan satu jalan dan bila pulang menggunakan jalan yang lain
f) Lebih afdal dengan berjalan kaki ke masjid
g) Mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil bermula malam 1 Syawal hinggalah tersenam matahari pada hari raya tersebut.


Berpuasa 6 hari dalam bulan Syawal (Sunat Syawal)
Rasulullah saw bersabda yang maksudnya " Sesiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dan kemudian diikuti dengan 6 hari dibulan Syawal maka perumpamaannya seperti ia berpuasa sepanjang tahun."



BULAN ZULKAEDAH

Tiada amalan sunat yang khusus atau istimewa dalam bulan ini melainkan amalan sunat dan fardhu seperti biasa.



BULAN ZULHIJJAH

Dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a, Rasullullah s.a.w telah menerangkan tentang fadilat di bulan Zulhijjah iaitu :

Tanggal 1 Zulhijjah kesalahan Nabi Adam as telah diampunkan Allah. Oleh itu sesiapa yang berpuasa pada hari itu dosanya akan diampunkan oleh Allah

Tanggal 2 Zulhijjah doa nabi Yunus as diperkenankan Allah. Oleh itu sesiapa yang berpuasa pada hari itu seperti berpuasa setahun dan dicatitkan baginya seperti tidak pernah melakukan maksiat.

Tanggal 3 Zulhijjah doa nabi Zakaria telah diperkenankan oleh Allah. Oleh itu sesiapa yang berpuasa pada hari itu doanya juga akan diperkenankan oleh Allah

Tanggal 4 Zulhijjah Nabi Isa dilahirkan. Oleh itu sesiapa yang berpuasa pada hari itu akan terhindar dari kefakiran dan kemelaratan.

Tanggal 5 Zulhijjah Nabi Musa as dilahirkan. Oleh itu sesiapa yang berpuasa pada hari itu akan terlepas ia dari sifat munafik dan siksa kubur

Tanggal 6 Zulhijjah allah telah membukakan pintu-pintu kebajikan kepada nabi-nabiNya. Oleh itu sesiapa yang berpuasa pada hari itu akan dipandang oleh Allah dengan pandangan rahmat

Tanggal 7 Zulhijjah pintu neraka Jahannam akan dikunci. Oleh itu sesiapa yang berpuasa pada hari itu akan dibukakan 30 pintu kemudahan dan dikunci 30 pintu kesulitannya

Tanggal 8 Zulhijjah Nabi Ibrahim telah mendapat perintah supaya menyembelih anaknya Ismail. Seharian ia berfikir sama ada perintah itu daripada Allah atau dari Syaitan.Hari itu dinamakan hari Tarwiyah (hari berfikir). Sesiapa yang berpuasa hari tersebut akan diberikan pahala yang banyak oleh Allah

Tanggal 9 Zulhijjah Allah telah memberitahu kepada Nabi Ibrahim bahawa mimpinya itu adalah benar dari Allah, bukan dari syaitan. Oleh itu, hari tersebut terlah dikenali sebagai 'Arafah' (Hari ketahui).

Sunat bersedekah kepada fakir miskin. Sesiapa yang bersedekah pada hari tersebut akan dibangkitkan oleh Allah pada hari kiamat nanti dalam keadaan aman dan sentosa.
Amalan sunat pada 10 Zulhijjah seperti :

a) Mandi sunat Aidil Adha pada pagi harinya.
b) Sunat tidak menjamah makanan atau minuman sehinggalah selesai menunaikan solat Adha
c) Keluar menuju ke masjid dengan satu jalan dan bila pulang menggunakan jalan yang lain
d) Lebih afdal dengan berjalan kaki ke masjid
e) Mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil bermula malam 10 Zulhijjah hinggalah tersenam matahari pada tanggal 13 Zulhijjah (Takbir Muqayyad)


Sunat membaca doa akhir tahun pada tanggal 29 atau 30 Zulhijjah selepas solat Asar dan membaca doa awal tahun selepas solat Magrib pada malam pertama awal Muharram.

SK TAMAN EHSAN-HARIMAU LUKA KEMBALI LAGI

Kembalinya Harimau Luka

Kembalinya lagi Harimau Luka dipersada bola sepak KATMO untuk membaham pasukan yang bertanding dalam kejohanan ini. Sesungguhnya berkat dan ketabahan kalian berlatih selama ini akan terbukti semasa kejohanan ini berlangsung. Ingat !!!!!!!!!!!.


Latihan intersif yang dijalani sejak bulan Julai diharap akan dapat mengembalikan kegemilangan pasukan kita. Berpantang kalah sebelum wisel penamat ditiup. Kejuaraan menjadi milik kita. Beringatlahlah pasukan lain, terutamanya pasukan yang berjiran dengan tempat kita. Awas anda!!!!!!!. Pesanan ini datangnya datangnya dari semua pemain dan juru latih pasukan.

" Majulah Sukan Untuk Negara "